Tahap tahap Perkembangan Bayi Usia 0-1 Tahun

Kegiatan perawatan yang menyediakan stimulus visual, taktil, olfaktori, dan auditori sangat mendukung perkembangan kecerdasan bayi. Studi tentang habituasi dan preferensi tatapan memberikan pandangan tentang bagaimana bayi  menginterpretasikan stimulus yang diterimanya. Bayi habituasi terhadap hal-hal yang sama, dan perhatiannya akan semakin terus berkurang terhadap rangsangan yang berulang-ulang dan perhatiannya akan kembali meningkat apabila stimulus diganti.

Percobaan menggunakan habituasi dan perhatian bayi yang terus terpabaharui sebagai keluaran dari bayi menunjukkan bahwa bayi bisa membedakan antara banyak pola, warna, dan konsonan.  Mereka bisa mengenali ekspresi wajah seperti senyuman  walaupun ditampilkan dari wajah yang berbeda-beda. Mereka juga bisa menegnali stimulasi abstrak seperti kontur, intensitas, atau pola temporal. Sebagai contoh, bayi berusia 3 minggu bisa merespon ucapan berdasarkan gerak bibir orang lain walaupun dalam video. Apabila mata bayi ditutup kemudian dibuka dan diberikan dot biasa dan dot bergelombang secara bersamaan, maka bayi akan mengamati dot yang bergelombang lebih lama.

Beberapa studi mensugestikan bahwa bayi dapat melihat objek dan kejadian sebagai suatu hal yang berkaitan sembari memorinya mencatat aspek-aspek yang berbeda. Kemampuan ini membuat bayi bisa mengurutkan stimulus menjadi set-set tertentu.

  1. Pembangunan Emosi:

Dasar kepercayaan, tahap pertama psikososial erikson, dimana bayi belajar bahwa kebutuhan terpentingnya adalah bertemu secara teratur dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Keberadaan orang tua secara konsisten memberikan kondisi aman pada bayi. Bayi yang sering terbangun dalam kondisi tersebut lebih tidak sering menangis apabila sesuatu terjadi di sekitarnya pada usia 1 tahun, dan menunjukkan tingkah laku yang lebih tidak agresif ketika berusia 2 tahun.

Perkembangan emosi sangat bergantung temperamen dari bayi dan bagaimana orang tuanya berespon terhadap temperamen tersebut. Jadwal makan bayi turut dipertimbangkan juga. Rasa lapar memberikan tekanan pada bayi, dan pada puncaknya bayi akan menangis dan orang tua akan datang dengan sebuah botol atau susu ibu, dan tekanannya akan menurun kembali.  Bayi yang diberikan makanan sangat terjadwal akan dengan cepat teradaptasi dengan rasa laparnya. Bagi bayi yang  tidak bisa disebabkan secara temperamen cenderung mempunyai ritme biologis  yang irregular dari rasa lapar yang tidak terpuaskan begitupun ketika bayi tidak menginginkan makanan saat bayi merasa kenyang. Sama halnya, bayi yang diberi makanan sesuai dengan kenyamanan orang tua tanpa memperhatikan kebutuhan dan tekanan bayi, maka akan terlihat mempunyai kondisi psikososial yang sangat tidak stabil.

  1. Usia 2-6 bulan
  2. Pembangunan Kognitif

Efek dari pembangunan ini adalah perubahan secara kualitatif. Bayi berusia empat bulan  digambarkan sebagai “hatching” sosial, menjadi seseorang yang tertarik dengan dunia yang lebih luas.  Ketika disusui ibunya bayi tidak hanya terfokus pada ibunya, tapi konsentrasinya akan terpecah ketika ada gangguan. Begitupun ketika dalam dekapan tangan ibunya bayi akan menggerakkan badanya untuk berputar dan melihat kea rah luar.

Pada usia ini bayi akan mengeksplorasi tubuhnya, berusaha meraih sesuatu dengan tangannya, vokalisasi, meniup gelembung dari ludahnya, dan menyentuh pipi, leher, dan genitalnya. Eksplorasi ini merupakan  tahap awal dari bayi memahami sebab dan efek mengenai gerakan otot sadar dilakukan untuk  rangsangan taktil terprediksi dan sensasi  visual. Hal tersebut juga berperan dalam melatih kepekaan terhadap hal yang membahayakan tubuh. Bayi juga akan mencoba mengasosiasikan  berbagai sensasi dari pengulangan-pengulangan stimulus. Misalnya ketika kita menggerakkan jari di depan bayi, maka bayi akan menegakkan tangannya dan kemudian menggerakkan jari-jarinya. Sensasi yang muncul langsung dari bayi akan jauh lebih mungkin dilakukan lagi daripada yan tidak.  Setelah bayi menangis, biasanya akan cepat muncul kerinduan akan suara, bau, dan kasih saying ibu.

  1. Pembangunan emosi

Penglihatan “keluar” dari bayi akan berinteraksi dengan peningkatan kecanggihan dan ruang.  Emosi-emosi utama seperti marah,nikmat, tertarik, ingin tahu, dan terkejut, muncul dalam konteks mengenali ekspresi wajah orang-orang yang ada di sekitarnya. Wajah ke wajah antara bayi dan orang tua mempengaruhi 30% ekspresi bayi; intensitas senyuman, membelalakan mata, menggerak-gerakan bibir naik turun. Setiap beberapa detik, bayi memeperlihatkan kegembiraan dengan memalingkan wajahnya seolah-olah menyelesaikan interaksi, namun dalam waktu dekat bayi akan kembali berinteraksi. Apabila orang tua memalingkan wajah maka bayi akan mencoba menggerakkan tubuhnya, dan menggapai orang tuanya untuk meminta agar kembali berinteraksi. Jika gagal, maka bayi akan menangis.

Bayi dari orang tua yang depresi  menunjukkan pola yang berbeda, bayi menghabiskan lebih sedikit waktu dalam berlatih gerak yang terkoordinasi bersama orang tua dan memberikan lebih sedikit usaha  untuk mencoba berlatih. Dibandingkan marah, bayi umunya menunjukkan kesedihan dan kehilangan sedikit energinya apabila orang tua terus-terusan tidak ada bersama bayinya. Saling bertatap muka dengan orang tua bisa memberikan kemampuan pada bayi untuk berbagi emosi dengan orang lain. hal tersebut merupakan langkah awal dari membangun sebuah komunikasi . hal tersebut juga menunjukkan bagaimana bayi membangun ekspektasi terhadap sebuah hubungan sosial.

Begitulah kehidupan bayi yang sangat tertarik akan hal disekelilingnya ketika usia 3-6 bulan.

  1. Usia 6-12 bulan
  2. Perkembangan cognitive

Pada awalnya segala sesuatu akan berujung di mulut. Objek baru akan diambil, kemudian dilihat oleh bayi (Inspeksi), dipindahkan dari dan ke kedua tangannya, kemudian di masukkan kemulut. Setiap gerakan tersebut merupakan gagasan nonverbal bayi untuk mencari tahu tentang objek baru tersebut atau disebut dengan schema.  Semakin kompleks yang dilakukan bayi, berapa banyak schemata yang dilakukan, merupakan sebuah indeks yang sangat berguna bagi pembangunan kognitif usia ini. Kepuasan, kegigihan, dan energi yang bayi gunakan untuk menaklukan tantangan tersebut mensugesti  keberadaan penggerak intrinsik atau motivasi  diri. Prilaku cerdas bayi akan lahir jika bayi merasa aman.

Pencapaian besar yang didapatkan bayi pada usia ini (9 bulan) adalah kebertahanan objek, dimana objek akan tetap ada walaupun tidak terlihat. Pada usia 4-7 bulan, ketika bayi menjatuhkan sebuah bola dan bola kemudian tidak terlihat lagi, maka bayi akan membiarkan dan melupakannya saja. Dalam usia ini, ketika bola terjatuh dan hilang dari pandangan bayi, maka bayi akan terus berusaha mencari dan menemukan kembali bola tersebut.

  1. Perkembangan emosional

Keuntungan dari konstansi objek mempengaruhi perubahan kualitatif pada pembangunan sosial dan komunikasi. Bayi akan lebih melihat, dan menghampiri orang asing dan orang tuanya untuk memperhatikan kontras antara sesuatu yang bayi ketahui dan yang tidak diketahui. Bayi bisa saja menangis kecemasan. Pada usia ini bayi akan semakin susah berpisah dari orang tua, bayi yang dahulunya selalu dapat tidur sepanjang malam, akan terbiasa bangun teratur dan menangis sebagai bukti mengingat keberadaan orang tua di ruang lain.

Pada waktu ini, keotonomian bayi akan mulai berkembang. Bayi tidak lagi menunggu untuk diberi makan, akan tetapi bayi sudah berusaha untuk mencari makanannya sendiri. Memasukkan makanan dengan jari melatih bayi untuk mengembangkan keahlian motorik yang dibutuhkan bayi; mungkin satu-satunya cara untuk melatih anak makan sendiri. Kemurkaan bayi akan pertama muncul sebagai lawan terhadap control dari orang tua atau kemampuan bayi yang masih terbatas.

  1. Komunikasi

Bayi usia 7 bulan terbiasa dengan bahasa nonverbal, mengekspressikan kisaran emosi, respon terhadap nada vocal dan ekspressi wajah. Sekitar 9 bulan, bayi mulai peduli dengan emosi yang bisa dibagi dengan orang lain. seperti ketika bayi menunjukkan mainannya dengan perasaan senang, seolah mengucapkan :”ketika melihat benda ini, kau juga akan bahagia”. Antara usia 8 – 10 bulan, babblings bayi semakin komplek dengan lebih banyak “syallable” seperti ba-da-ma dengan disertai mimic. Pada usia ini bayi kehilangan kemampuan untuk mengenali suara vocal yang tidak terbedakann dalam bahasa natifnya.

Pada usia ini buku bergambar memberikan konteks ideal dari komunikasi nonverbal. Penjelasan-penjelasan dari orang tua pada buku-buku yang familiar akan sangat membantu proses ini.

 

Tahapan Pertumbuhan pada 2 tahun awal kehidupan bayi

Perkembangan Usia rata-rata dalam pencapaian (bulan) Implikasi pada Perkembangan
Gross Motor

Kepala konstan ketika duduk

Tidak ada Head lag ketika ditarik duduk

Kedua tangan di garis tengah tubuh

Hilangnya refleks tonus leher asimmestriss

Duduk tanpa sokongan

Berguling ke belakang

Berjalan Sendiri

Berlari

 

2

3

 

3

4

 

6

6,5

12

16

 

Meluangkan untuk interaksi visual

Tonus otot

 

Self-discovery

Bayi bisa memeriksa tangannya di sumbu tubuh

Meningkatkan eksplorasi

Fleksi truncal, resiko jatuh

Eksplorasi dan kedekatan dengan ortu

Lebih susah disupervisikan orang tua

Fine Motor

Memegang mainan

Meraih sebuah objek

Kepalan tidak kaku

Memindahkan objek dari tangan ke tangan

Memegang dengan ibu jari

Membuka halaman buku

 

Mencoret

Membangun bangunan dari 2 kubus

Membangun bangunan dari 6 kubus

 

3,5

4

4

5,5

 

8

12

 

13

15

22

 

Penggunaan Objek

Koordinasi visuomotor

Melepas secara sadar

Membnadingkan objek

 

Eksplorasi benda kecil

Meningkatkan otonomi dalam waktu bersama buku

Koordinasi visuomotor

Kombinasi objek

Koordinasi visual, gross dan fine motor

Komunikasi dan Bahasa

Tersenyum merespon wajah/ suara

Monosyllabic buble

 

Menghalangi kata “tidak”

Mengikuti perintah dengan gesture

Mengikuti perintah tanpa gesture

Berbicara satu kata riil

Berbicara 4-6 kata

Berbicara 10-15 kata

Mengucapkan kalimat dua kata

 

1,5

6

 

7

7

10

12

15

18

19

 

Lebih aktif sebagai partisipan sosial

Eksperimen dengan rangsang suara dan taktil

Respon terhadap nada (nonverbal)

Komunikasi nonverbal

Menerima bahasa verbal

Memulai labeling

Memperoleh nama sendiri dan objek

idem

memulai ramatisasi

Kognitif

Melihat sementara dari objek yang hilang

Melihat ke tangan sendiri

Memukulkan dua kubus

MEncari mainan (setelah disemmbunyikan)

Permainan berpura-pura sendiri

Menggunakan stik untuk mengambil mainan

Bermain pura-pura dengan boneka

 

2

 

4

8

8

 

12

17

 

17

 

Lupa dengan objek

 

Self-discovery

Membandinkan 2 objek

Kepermanenan objek

 

Memulai pemikiran simbolis

Mengkaitkan dua kegiatan untuk penyelesaian masalah

Pemikiran simbolis

 

Pola tingkah laku yang muncul selama tahun pertama kelahiran

Neonatal Period (0-4 Minggu)
Prone:

 

Supine :

Visual   :

 

Refleks:

Sosial   :

Terbaring dalam sikap tertekuk, menolehkan kepala dari sis  ke sisi, kepala melengkung kearah ventral

Biasanya menekuk dan sedikit kaku

Terpaku pada wajah atau cahaya yang terlihat, gerakan mata seperti mata boneka apabila digerakkan

Repon Moro aktif, Reflex menapak, dan Reflex mengepal aktif

Pandangan visual untuk melihat wajah orang-orang

 

Prone:

 

Supine :

Visual   :

Sosial   :

4 Minggu

Kaki lebih ekstensi, menahan dagu ke atas, memalingkan wajah, sesekali kepala di angkat ke garis lurus tubuh

Postur tonus leher menonjol, luwes dan rileks, head lag apabila ditarik

Menonton orang, mengikuti objek bergerak

Tubuh bergerak dengan irama dari suara orang lain, mulai tersenyum

 

Prone   :

Supine :

Visual   :

Sosial   :

8 Minggu

Bisa mengangkat kepala lebih jauh, kepala tertopang segaris dengan garis lurus tubuh

Postur tonus leher menonjol, luwes dan rileks, head lag apabila ditarik

MEngikuti objek bergerak hingga 180%

Tersenyum dan mendengarkan suara dan bisikan

 

Prone   :

Supine :

Sitting  :

Refleks:

 

Sosial   :

12 Minggu

Mengangkat kepala, tangan dan dada ekstensi, kepala diatas garis lurus tubuh

Postur tonus leher menonjol, mencoba meraih objek

Sedikit head lag apabila ditarik duduk, sekontrol kepala di awal

Respon moro mulai tak terlihat, membuat pergerakan defensive atau gerakan menarik

BErtahan di kontak sosial, mendengarkan music,  dan mengucapkan “aah, ngaah”

 

Prone   :

 

Supine :

 

Sitting:

 

Standing:

Adaptif  :

Sosial   :

16 Minggu

Mengangkat kepala hingga kepala dada dan dada nyaris berada dalam sumbu vertical, kaki ekstensi

Postur simetris menonjol, tangan di tengah tubuh, meraih benda dan memasukkannya ke mulut

Tidak ada head lag ketika duduk, kepala tegak, dan enjoy duduk dengan sokongan dada

Ketika ditarik untuk berdiri, bayi menekan dengan kakinya ke lantai

Melihat benda kecil, tapi tidak berespon

TErtawa keras, dan bisa menunjukkan ketidakpuasan akan lingkungan sosial, tertarik dengan makanan

 

Prone:

Supine :

Sitting   :

Standing:

Adaptif:

 

Languague:

Sosial   :

28 Minggu

Berguling, memoros, dan merangkak atau merayap

Kepala mengangkat, Berguling, GErakan menggeliat

Duduk Rapi dengan sokongan pelvis, mencondongkan tubuh, menoleh kebelakang

Menggerakkan kaki aktif

Memegang benda besar, benda kecil dengan radial palm, memindahkan objek dari tangan ke tangan

Polisillabic

Menyukai ibu, kaca dan berespon thdp perubahan kondisi emosi lingkungan

 

Sitting:

Standing :

Motor   :

Adaptive:

 

 

Language  :

Social         :

40 Minggu

Duduk sendiri, punggung lurus

Berusaha berdiri, memapaki jalan sambil dipegangi

Merangkak

Meraih objek dengan ibu jari dan telunjuk, mencolek sesuatu,mencari objek yg disembunyikan, mencoba mengambil objek yang jatuh, melepaskan objek yang dipegang orang lain

Konsonan berulang (da-da,ma-ma)

Respon panggilan nama, peek-a-boo, pat-a-cake-, bye-bye

 

Mmotor:

Adaptive :

 

Language:

Sosial   :

1 tahun

Berjalan dengan pegangan satu tangan, berdiri sendiri, bisa beberapa langkah

Mengambil pellet dengan gerakan menjepit, memberikan object apabila diminta orang lain

Beberapa kata selain mama atau dada

Mengatur postur untuk berpakaian, bermain permainan simple dengan bola

 

 

Daftar Pustaka:

Nelson. Textbook of Pediatric Ed.17. Behrman: Saunders, 2003.p. 31-38.

Narendra MB, SUlaryo TS, Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto, 2002.p. 86

Brazelton TB. Touchpoints: The Essential Reference. Reading, MA, Addison-Wesley Publishing, 1992.

 

About these ads